![]() |
Petugas PLN melakukan pengecekan terhadap biomassa yang berasal dari serbuk kayu untuk digunakan sebagai substitusi bahan bakar batu bara atau co-firing di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya, Cilegon, Banten. |
Suarajatim.com – PT PLN (Persero) menorehkan pencapaian gemilang di tahun 2023 dengan menunjukkan komitmen kuat dalam transisi energi dan keuangan berkelanjutan. Hal ini dibuktikan dengan akselerasi pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), efisiensi keuangan, dan peningkatan layanan pelanggan.
Fokus pada EBT dan Keberlanjutan
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa PLN tidak hanya berfokus pada penyediaan listrik, tetapi juga kelestarian lingkungan. "Bumi memanas, dan tugas kita adalah memastikan kehidupan generasi mendatang lebih baik," ujar Darmawan, 4 Juni 2024.
Upaya PLN dalam transisi energi terlihat melalui:
- Peningkatan Kapasitas EBT: Tercatat, kapasitas terpasang pembangkit EBT mencapai 8.786 MW di tahun 2023, naik 261 MW dari tahun 2022. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) menjadi penyumbang terbesar, diikuti PLTP dan energi terbarukan lainnya seperti surya, angin, dan biomasa.
- Co-firing: PLN masif mendorong penggunaan biomassa sebagai substitusi batu bara di PLTU. Pada tahun 2023, program co-firing telah diimplementasikan di 43 PLTU dengan memanfaatkan 990 ribu ton biomassa, naik 69% dibandingkan tahun 2022. Hal ini menghasilkan 1 juta MWh energi listrik, dua kali lipat dari tahun 2022.
- Renewable Energy Certificate (REC): Minat masyarakat terhadap REC, bukti penggunaan energi bersih, meningkat pesat. Tercatat 3.378 transaksi REC di tahun 2023, naik 69,67% dari tahun 2022. Total energi listrik yang dimanfaatkan mencapai 3,54 juta MWh, dua kali lipat dari tahun 2022.
Di tengah transisi energi, PLN menunjukkan kinerja keuangan yang kokoh. Saldo kas perusahaan melonjak menjadi Rp55,92 triliun di tahun 2023. Utang jangka panjang dan pendek pun mengalami penurunan, masing-masing sebesar Rp4,24 triliun dan Rp8,53 triliun. Hal ini dicapai melalui berbagai inisiatif seperti Proactive Debt Management, pengendalian likuiditas, dan digitalisasi pembayaran.
Komitmen PLN dalam transisi energi mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Hal ini terlihat dari tingginya minat terhadap REC dan dukungan dari berbagai pihak. Darmawan pun mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dalam mewujudkan transisi energi di Indonesia.
"PLN tidak bisa sendiri dalam transisi energi ini. Kita perlu kolaborasi dari semua pihak," pungkas Darmawan.
Tahun 2023 menjadi tahun yang gemilang bagi PLN. Dengan fokus pada EBT, keuangan berkelanjutan, dan peningkatan layanan pelanggan, PLN menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan energi yang andal dan ramah lingkungan bagi masa depan Indonesia.(*)
Baca utas PLN dari Google News