SUARAJATIM - Di tengah arus mudik Lebaran, PT PLN (Persero) hadir sebagai penjaga kenyamanan melalui Posko Mudik BUMN 2025. Di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, petugas seperti Sujadmiko dan rekan-rekannya bekerja tanpa lelah, memastikan setiap pemudik merasakan layanan terbaik. Dari tempat istirahat nyaman hingga colokan listrik gratis, upaya mereka menjadi penawar lelah bagi ribuan orang yang berjuang pulang kampung.
Siti, seorang ibu berusia 37 tahun yang hendak mudik ke Kalimantan, mengakui betapa posko ini menjadi penyelamat. "Membawa anak kecil dalam perjalanan kapal itu melelahkan. Tapi di sini, saya bisa istirahat, anak-anak pun tenang karena HP tetap terisi daya," ujarnya. Fasilitas seperti air minum gratis, ruang tunggu bersih, dan stasiun pengisian daya menjadi bukti komitmen PLN dalam meringankan beban pemudik.
Sujadmiko, salah satu petugas, bahkan rela menunda kebersamaan dengan keluarga demi tugasnya. "Senjata kami adalah senyum pemudik yang sudah merasa terbantu. Itu lebih berharga daripada apapun," katanya dengan semangat. Dedikasinya mencerminkan jiwa pengabdian yang tak kenal waktu, didukung oleh sistem siaga 24 jam PLN di titik-titik vital seperti terminal, stasiun, dan pelabuhan.
Posko Mudik BUMN 2025 di Tanjung Priok bukan sekadar tempat singgah. Ini adalah hasil kolaborasi PLN, Pelindo, dan Pupuk Indonesia yang menghadirkan solusi nyata. Lasiran, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, menegaskan, "Kami ingin pemudik merasa diperhatikan, bukan hanya sebagai pengguna listrik, tapi sebagai saudara yang perlu dibantu."
Tak hanya di Jakarta, PLN juga menyiapkan posko serupa di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (Balikpapan), Pelabuhan Tanjung Balai Karimun (Kepulauan Riau), dan Ruas Tol Balikpapan-Samarinda. Setiap lokasi dipastikan memiliki pasokan listrik stabil, didukung tim teknis yang siap merespons gangguan secepat mungkin.
Apresiasi untuk Dedikasi Tanpa Batas
Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petugas. "Menjaga kelistrikan selama mudik adalah tugas mulia. Dedikasi mereka memastikan keluarga di seluruh Indonesia bisa berkumpul dengan tenang," ujarnya.
Di balik layanan prima itu, ada ratusan insan PLN yang bekerja tanpa pamrih. Mereka tak hanya menjaga infrastruktur, tetapi juga menjadi "tuan rumah" bagi pemudik yang merindukan kampung halaman. Seperti kata Lasiran, "Ini bukan tentang listrik semata, tapi tentang kehangatan yang kami bagikan."
Posko Mudik BUMN 2025 menjadi bukti nyata bahwa teknologi dan kemanusiaan bisa berjalan beriringan. Di tengah gemuruh mesin kapal dan debu jalanan, kehadiran petugas PLN bagai pelita yang menerangi perjalanan pulang.
![]() |
Petugas PLN Sujadmiko (kanan) sedang memberikan bingkisan bagi para pemudik di Pelabuhan Tanjung Priok pada Senin (31/3). |
Siti, seorang ibu berusia 37 tahun yang hendak mudik ke Kalimantan, mengakui betapa posko ini menjadi penyelamat. "Membawa anak kecil dalam perjalanan kapal itu melelahkan. Tapi di sini, saya bisa istirahat, anak-anak pun tenang karena HP tetap terisi daya," ujarnya. Fasilitas seperti air minum gratis, ruang tunggu bersih, dan stasiun pengisian daya menjadi bukti komitmen PLN dalam meringankan beban pemudik.
Sujadmiko, salah satu petugas, bahkan rela menunda kebersamaan dengan keluarga demi tugasnya. "Senjata kami adalah senyum pemudik yang sudah merasa terbantu. Itu lebih berharga daripada apapun," katanya dengan semangat. Dedikasinya mencerminkan jiwa pengabdian yang tak kenal waktu, didukung oleh sistem siaga 24 jam PLN di titik-titik vital seperti terminal, stasiun, dan pelabuhan.
Posko Mudik BUMN 2025 di Tanjung Priok bukan sekadar tempat singgah. Ini adalah hasil kolaborasi PLN, Pelindo, dan Pupuk Indonesia yang menghadirkan solusi nyata. Lasiran, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, menegaskan, "Kami ingin pemudik merasa diperhatikan, bukan hanya sebagai pengguna listrik, tapi sebagai saudara yang perlu dibantu."
Tak hanya di Jakarta, PLN juga menyiapkan posko serupa di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (Balikpapan), Pelabuhan Tanjung Balai Karimun (Kepulauan Riau), dan Ruas Tol Balikpapan-Samarinda. Setiap lokasi dipastikan memiliki pasokan listrik stabil, didukung tim teknis yang siap merespons gangguan secepat mungkin.
Apresiasi untuk Dedikasi Tanpa Batas
Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petugas. "Menjaga kelistrikan selama mudik adalah tugas mulia. Dedikasi mereka memastikan keluarga di seluruh Indonesia bisa berkumpul dengan tenang," ujarnya.
Di balik layanan prima itu, ada ratusan insan PLN yang bekerja tanpa pamrih. Mereka tak hanya menjaga infrastruktur, tetapi juga menjadi "tuan rumah" bagi pemudik yang merindukan kampung halaman. Seperti kata Lasiran, "Ini bukan tentang listrik semata, tapi tentang kehangatan yang kami bagikan."
Posko Mudik BUMN 2025 menjadi bukti nyata bahwa teknologi dan kemanusiaan bisa berjalan beriringan. Di tengah gemuruh mesin kapal dan debu jalanan, kehadiran petugas PLN bagai pelita yang menerangi perjalanan pulang.